Rabu, 12 Juni 2013

Penundaan Jadwal penulisan Ijazah SMAN 1 Jombang

Hari Rabu, 12 Juni 2013 Kepala sekolah memenuhi undangan pengambilan blanko ijazah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, sesuai dengan undangan. Sesampai di Kantor Dinas Pendidikan ternyata blako ijazah untuk program IPA masih belum ada dan di informasikan baru besok hari Kamis, 13 Juni 2013 dikirim dari Surabaya ke Jombang. Demikian juga Petunjuk penulisannya belum ada, sehingga pekerjaan penulisan ijazah juga tertunda.
Hingga hari Jumat, 14 Juni 2013 Blanko ijazah untuk Program IPA demikian juga petunjuk penulisan ijazah  belum ada, sehingga penulis ijazah belum bisa memulai penulisan ijazah hingga saat ini.
Untuk itu disampaikan pada siswa kelas 12 untuk bersabar menunggu datangnya blanko ijazah dan akan diumumkan kapan akan diselesaikan proses penulisan ijazah di blog ini. 
READ MORE - Penundaan Jadwal penulisan Ijazah SMAN 1 Jombang

Senin, 10 Juni 2013

Blanko Ijazah SMA ............akhirnya datang juga.

Setelah lebih dari dua minggu  dari pengumuman kelulusan SMA akhirnya blanko Ijazah yang ditunggu-tunggu akhirnya pada hari Rabu, 12 Juni 2013 rencananya baru diterimakan ke sekolah dari Dinas Pendidikan.
Dengan demikian sekolah harus melanjutkan menyelesaikan rangkaian kegiatan untuk siswa kelas XII yaitu penuntasan penulisan ijazah yang harus segera dibagikan ke siswa.Kepada siswa lulusan SMA Negeri 1 Jombang dharap sering-sering buka blog ini untuk melihat pengumuman kapan siswa harus melakukan cap 3 jari pada ijazahnya, sekarang ketika ditulisnya pengumuman ini kami belum bisa menyampaiakan skedul penulisan ijazah SMAN 1 Jombang karena Banko ijazah baru diterima sekolah pada hari Rabu, 12 juni 2013. jadwal akan dipublikasikan besuk setelah blanko diterima sekolah. untuk itu harap bersabar dulu.
READ MORE - Blanko Ijazah SMA ............akhirnya datang juga.

Rabu, 29 Mei 2013

Nasib Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 Disepakati, Kemendikbud Siap Gerak Cepat
M Iqbal - detikNews


Jakarta - DPR akhirnya menyetujui pelaksanaan dan anggaran kurikulum 2013 yang akan diterapkan mulai tanggal 15 Juli 2013. Mendikbud M Nuh, menyatakan siap gerak cepat agar kurikulum baru itu dapat terealisasi dengan maksimal.

"Insya Allah malam ini ya langsung kita percepat mulai dari urusan penyiapan pelatihan guru sampai ke dokumen-dokumen pendukung yang lain," kata M Nuh usai rapat dengan komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2013) malam.

Terkait adanya 3 fraksi yang menolak pelaksanaan kurikulum 2013 dan beberapa fraksi yang memberi catatan, M Nuh menilai itu hal yang wajar.

"Jadi kalau melihat tadi beberapa catatan maka kami berterimakasih dari para masing-masing fraksi, tetapi kami punya jawaban atas catatan-catatan itu," kataya.

"Wajar yang tidak setuju itu biasa saja, tetapi secara politik kan sudah menyetujui kurikulum 2013 ini," imbuh Nuh.

Ia mencontohkan misal terkait grand design kurikulum yang dinilai perencanaannya belum matang. Menurutnya, semua telah dipersiapkan oleh Kemendikbud.

"Kemudian guru itu dilatih mulai minggu ketiga bulan Juni sampai awal Juli, per angkatan sekitar 7 hari. Itu sudah lumayan," ucapnya.

"Insya Allah yakin. Sudah dari awal designnya minggu ketiga pada saat liburan sekolah (pelatihan guru). Kalau belum dilatih ya memang belum," lanjut Nuh.

Saat ditanya mengapa kurikulum 2013 hanya untuk sekolah eks RSBI dan berakreditasi A, Nuh menyatakan mereka sekola yang lebih siap melaksanakan kurikulum 2013.

"Mereka diprioritaskan, mereka yang paling siap dan memang lebih siap," jawab Nuh.

Sebelumnya, DPR melalui komisi X telah menyepakati rancangan kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan pada 15 Juli 2013 dengan anggaran sebesar Rp. 829.427.325.000.

Kurikulum itu akan diimplementasikan di 6.325 sekolah yang ada di Indonesia. Pemerintah memprioritaskan implementasi itu bagi sekolah eks RSBI dan sekolah berakreditasi A
READ MORE - Nasib Kurikulum 2013

Senin, 20 Mei 2013

Menunggu Hasil UN 2013 SMA

Setelah satu bulan lebih pelaksanaan UN SMA 2013 tepatnya 15 - 18 April 2013 hingga ditulisnya entry ini Selasa, 21 Mei 2013 tinggal menghitung hari menuju hari Jumat, 24 Mei 2013 dimana Hasil UN 2013 akan segera diumumkan. Pada kesempatan ini menindaklanjuti himbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Pihak Polri agar teknis pengumuman Kelulusan hendaknya diatur sedemikaian hingga agar tidak menimbulkan potensi hura-hura dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat maka khususnya siswa SMA Negeri 1 Jombang pada saat hari pengumuman Kelulusan untuk tidak terpancing dengan ajakan melakukan konvoi sepeda motor dan coret-coret baju yang tentunya sangat mengganggu ketertipan umum dan merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut diatas SMAN 1 Jombang Pengumuman Kelulusan akan diumumkan melalui Web SMAN 1 Jombang pada hari Jumat, 24 Mei 2013, sehingga siswa tidak perlu repot - repot keluar rumah untukmelihat pengumuman Kelulusan. Semoga siswa SMA Negeri 1 Jombang sukses UN 2013 dengan nilai yang baik dan Lulus 100%.
READ MORE - Menunggu Hasil UN 2013 SMA

Rabu, 24 Oktober 2012

Wacana Pengawasan UN 2013

Pengawasan di ruang ujian nasional (UN) biasanya dilakukan oleh tim pengawas yang terdiri dari guru-guru yang mata pelajarannya sedang tidak diujikan Teknisnya diatur dengan sistem silang dalam satu kabupaten/kota, dan guru yang mata pelajarannya sedang diujikan tidak diperbolehkan berada di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN. Bagi peserta UN yang melanggar tata tertib diberi peringatan oleh pengawas ruang UN. Disinilah letak pentingnya pengawasan dalam ujian nasional (UN).
Dalam rangka pengawasan ujian nasional tahun 2013, Pemerintah mengeluarkan rencana untuk menghapus keberadaan dan fungsi pengawas di dalam ruang pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun depan. Kontra muncul mempertanyakan cara berpikir pemerintah yang melandasi wacana kebijakan ini.
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Soedijarto, menilai pengawasan dalam sebuah ujian atau tes, apalagi sekaliber UN, masih diperlukan. Menurutnya, catatan pelaksanaan UN di tahun-tahun sebelumnya yang memprihatinkan belum cukup menjadi jaminan untuk menerapkan kebijakan UN tanpa pengawas. Katanya tidak mungkin ujian tanpa pengawas. Tetapi kalau kebijakannya seperti itu, mungkin bisa diawasi dari jarak jauh dengan difasilitasi teknologi tertentu.
Menurutnya, tanpa pengawas tidak sama dengan tanpa pengawasan. Jika memang pemerintah bersikeras, maka harus menyediakan fasilitas teknologi yang memadai. Begitu juga Said Hamid Hasan, pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, juga sependapat dengannya. Menurutnya, pengawas tetap diperlukan dalam sebuah ujian atau tes. Oleh karena itu, rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika menghapus fungsi pengawas dalam UN dinilai tak realistis. Menurutnya, pengawasan itu tetap diperlukan.
Kemendikbud menyampaikan gagasan penyelenggaraan UN tanpa pengawas untuk pelaksanaan tahun depan setelah memastikan kebijakan 20 paket soal UN pada tahun depan. Mendikbud, M Nuh mengatakan, gagasan ini dilontarkan untuk membuktikan bahwa UN bisa berlangsung dengan baik dengan semangat kejujuran.
Diolah dari berbagi sumber
READ MORE - Wacana Pengawasan UN 2013

Perubahan pada UN 2013

Pemerintah berkomitmen tetap akan melaksanakan UN (Ujian Nasional) pada tahun 2013 karena UN merupakan sarana untuk mengevaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional. Disamping itu UN tidak bertentangan dengan peraturan perundangan. Sejumlah perubahan dipersiapkan oleh Kemendikbud, termasuk diantaranya dengan menambah variasi soal menjadi 20 paket soal dalam 1 (satu) ruang ujian. Ketika memberikan keterangan pers soal UN 2013 di Jakarta, Kamis 11 Nopember 2012, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Mohammad Nuh menjelaskan, variasi soal yang tahun ini hanya ada lima macam akan ditambah menjadi 20 macam pada UN tahun depan. Setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Ini yang diuji kemampuan perseorangan, bukan (kemampuan) kolektif," katanya.
Beliau juga mengatakan tentang kemungkinan adanya kenaikan nilai standar kelulusan dari 5,5 menjadi 6 atau tetap mempertahankan nilai standar 5,5 dengan meningkatkan derajat kesulitan soal. Tahun ini proporsi kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasinya tahun depan kemungkinan menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar. Ketua BSNP Muhammad Aman Wirakartakusumah mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan kisi-kisi soal UN yang harapannya selesai bulan November mendatang.
Khusus tentang rencana perubahan materi soal jenjang SMA dan sederajat untuk diintegrasikan dengan soal seleksi masuk calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi tantangan bagi sekolah. Sekolah menyambut baik dan menilai cara ini akan lebih efisien.
Salah satunya diungkapkan Ridnan, guru kurikulum SMAN 78, Jakarta bahwa integrasi nilai UN yang juga dijadikan dasar penilaian masuk perguruan tinggi ini, menurut kami bagus. Bahkan jadi lebih efisien dan murah kalau sudah direkomendasikan dinas pendidikan.Pihaknya menjadikan itu sebagai motivasi dan tantangan. Mereka tetap menjalani proses belajar mengajar sesuai kurikulum, dan menambah porsi belajar bagi siswa yang mau masuk universitas negeri PTN). Kemudian menurutnya, sekolah hanya perlu memberikan pendalaman materi kepada siswa kelas XII SMA/ MA/ SMK. Selain itu, perguruan tinggi juga diminta ikut terlibat dengan baik dalam rencana ini.
Pemerintah bermaksud merubah soal UN SMA/MA/SMK/sederajat dan memanfaatkan hasilnya sebagai syarat seleksi PTN. Selama ini, hasil UN pada jenjang SD/MI telah dipakai dalam seleksi masuk SMP/MTs, demikian pula hasil UN SMP/MTs untuk masuk SMA/MA/SMK. Namun, hasil UN SMA dan sederajat masih belum sepenuhnya diakui PTN karena dinilai belum valid akibat tingginya dugaan kecurangan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh pernah mengungkapkan tidak akan ada lagi gangguan untuk menolak penyelenggaraan UN, kecuali terus memperbaikinya, terutama soal kecurangan yang masih terjadi. Beliau juga menegaskan bahwa UN sudah sah keabsahannya, jangan diganggu, tinggal kita laksanakan UN dengan sebaik-baiknya. Kita sudah membuat porsi 60/40 untuk mengukur prestasi siswa di sekolah. Tadinya UN belum bisa jadi password (tiket.red) masuk ke perguruan tinggi, tapi nanti ada akses agar bisa masuk ke sana," ujarnya pada dalam rapat bersama Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.
Menurutnya, UN tak hanya dapat mengukur prestasi akademik siswa, tetapi juga dapat dijadikan sebagai alat kontrol aspek karakter siswa.
Sumber : Menkokesra dan Kompas
READ MORE - Perubahan pada UN 2013

Tingkat kesulitan UN SMA 2013

Walaupun standar kelulusan ujian nasional (UN) tidak dirubah, yakni tetap di angka 5,5 namun Tingkat Kesulitan Soal UN 2013 dipersiapkan akan mengalami kenaikan oleh Pemerintah. Pemerintah sedang menggodok skema peningkatan kualitas ujian nasional (UN) SMP dan SMA tahun 2013. Meski belum ada ketetapan, kecenderungannya ada pada penambahan jumlah butir soal ujian yang masuk kategori sulit. Ini sebagai konsekuensi jika nantinya nilai minimal kelulusan unas tidak ditingkatkan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar Notodiputro menjelaskan, memang ada dua opsi peningkatan kualitas unas tahun depan. Kedua opsi ini akan diputuskan setelah kami menyelenggarakan lokakarya tentang ujian nasional dulu.
Khairil menjelaskan, hasil lokakarya tersebut bakal menjadi salah satu rujukan untuk menentukan kebijakan strategis terkait penyelenggaraan unas 2013. Termasuk memastikan skema memperbanyak soal ujian yang masuk kategori sulit. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Mohammad Nuh mengatakan, bahwa sebaran bobot soal akan disesuaikan dengan tidak adanya kenaikan batas minimum kelulusan. Tapi yang mungkin adalah menyebar tingkat kesulitan soalnya.
Beliau menjelaskan pada tahun 2012 sebaran tingkat kesulitannya untuk soal yang mudah hanya 10 persen, soal dengan bobot sedang 80 persen dan soal yang sukar sebanyak 10 persen. Sementara untuk tahun 2013, soal sukar akan ditambah menjadi 20 persen. Soal yang sedang berkurang jadi 70 persen. Yang mudah tetap 10 persen tapi ini masih dianalisis. Beliau juga pernah menyampikan bahwa peningkatan kualitas ujian nasional (UN) itu harus dilakukan karena UN SMA/MA/SMK) merupakan salah satu acuan penerimaan calon mahasiswa baru melalui Snmptn(seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) jalur undangan.
Diolah dari berbagai sumber
READ MORE - Tingkat kesulitan UN SMA 2013